Seandainya semua seperti Gatha

Filed under: Uncategorized — cardeen at 10:37 am on Sunday, October 12, 2008

Hari ini ngayah di Pura Giri Kusuma dalam rangka persiapan Puja Wali hari Selasa nanti. Beda sama hari sebelumnya yang berurusan sama bunga, daun, pandan, dan wangi-wangian… pokoknya fresh. Hari ini sama mama disuruh ke konsumsi. Ugh, udah buecek, gak ada ojek, gerah, hehehehe… Maklum, di rumah biasa memberikan kontribusi sebagai kuli, ngapain aja dech, hehehe… selain membuat makan minum. Belum terpanggil kali yaa, kecuali kepepet.

Okelah, mari kita berkonsumsi ria, dan daripada meracik gw milih jadi tukang angkut, hohoho (Malangnya ibuku… maafkan aku mama, tapi aku sangat suka kecap, sementara bumbu Bali itu rempah, lha??!)

Sampailah saat kita menyajikan minuman, nganter-nganterin minuman ke orang-orang. Bapak-bapak jadi prioritas. Sirup marquisa… hmm… segarnya… di siang bolong gini… “Waduh, kayanya kurang niy steph…”, “Ya udah, gapapalah yu, yang penting niat…” -> stefi, angle parah…

Di nampan tinggal 4 gelas.

“Sana Bakti, bilang, minta ke kak Ayu”. Eits, Bakti (2tahun) dan Gatha (2 SD) nyamperin. Sebenarnya gw udah nebak mau mereka apa.

Bakti nyamperin, nampannya udah gw sodorin, tapi dia cuma liatin gw, stefi dan gelasnya secara bergiliran, dan bilang, “Boleh?”. Hmm… iyaya, papanya kan nyuruh dia bilang dan minta. Bukan ambil dan minta yang biasa dilakukan kebanyakan orang.

“Bakti mau…? ini ambil…”, Gatha ambilin satu gelas buat adiknya. Kemudian dia ambilkan satu gelas untuk papanya. Di nampan tinggal? 2 gelas. Hmm, dari matanya keliatan Gatha ngincer satu gelas sirup lagi buat dia. Karena di pikiran gw (dan kayanya Stefi juga), “duh, buat bapak-bapak dulu…”, jadi kita gak reflek nawarin Gatha. Itu kejadiannya gak nyampe 1 menitan. Sempet keliatan sekilas tangan Gatha udah gerak ke atas mau ngambil. Tapi, tiba-tiba tangannya berhenti. Dan gw yakin banget, dalam waktu sesingkat itu sempet ngeliat Gatha ngeliat gelas di nampan dan gerombolan bapak-bapak di sekitar papanya.

“Gatha gak usah kak…”
“Eh (kaget juga… tapi gak tega…), ini Gatha…”

dan sekali lagi Gatha bilang, “Gatha gak usah kak… terima kasih…”, dengan suara yang sangat lantang sambil nuntun Bakti yang dari wajahnya keliatan banget, “wuiiiiiih… enak’e”

Yaaa… pengalaman ngayah hari ini jadi berkesan dan semakin indah karena ketemu Bakti dan Gatha, ade-ade favorit gw di Pura. Bakti yang lincah dan santun, dan Gatha… hmm, seandainya semua orang seperti Gatha kecilku yang manis. Anak yang luar biasa manis

lengkeng putih manis

Filed under: Uncategorized — cardeen at 5:31 pm on Friday, October 10, 2008

“Kok es batunya gak cair-cair ya…?”
”Hmm… mungkin ayu masukkin esnya ke aer es kali…”
”Dibakar aja kali yaa…”
”Jangan kalo gitu nanti gak guna dong…”

Sambil memikirkan bagaimana cara mengungkapkan apa yang ada di pikiran, mengaduk-ngaduk mangkuk berisi es buah. Kemudian memilih untuk melahap satu butir strawberry bulat-bulat. Aku sampai memicingkan mataku menahan asamnya strawberry. Sisi samping lidahku rasanya seperti menempel soda.

“Strawberry itu cantik yah, hmm… tapi ada gak yah, yang doyan makan strawberry? … iya kan, siapa yang suka makan strawberry, asem… strawberry enaknya dijadiin pancake, juice, milkshake, ice cream, atau… apalagi yah… hmm… dimakan bareng madu. Tapi strawberry gak mandiri yaa? Pas dia sendiri, rasanya asem gila. Iya kan? Gak mau jadi strawberry ahh… gak mandiri… tergantung… dan saat dia sendiri, dia harus survive sekuat tenaga, karena setelah orang merasakannya, ternyata dia… asem, hehehe… gak kaya keliatannya trus ditinggalin, sampe kadang layu, keriput, busuk… kasian strawberry”

Mending lengkeng. Putih, manis… nyam”
”Iyaya… jadi lengkeng ajah… putih, manis”
Iya… mending kaya lengkeng… kaya lengkeng yang ada di es Longhan. Putih, manis…

:)

Filed under: Uncategorized — cardeen at 5:26 pm on Thursday, October 2, 2008

Kenapa tidak pernah mencoba untuk sejenak sisihkan waktu, menangkap makna selaksa peristiwa? Atau beri saja waktu kesempatan, … untuk tunjukkan sebuah kebenaran dari rasa. Sekedar untuk kembalikan ingatan yang nyaris terlupa. Tentang persaudaraan, persahabatan yang lebih dari sekedar.
Aku ingin, kecap semua … suka-duka-kita
Semoga bersama dapatkan yang terbaik dari Sang Keberadaan

Kenapa berhaluan untuk melenyapkan rasa?
Kenapa tidak memilih untuk…
Sama-sama mengejar cita-cita. Setidaknya untuk saat ini :)

Bahagia

Filed under: Uncategorized — cardeen at 5:46 pm on Monday, September 22, 2008

Aku tidak tahu… kenapa belakangan merasa selalu bahagia. Bahkan saat bingung pun merasa sangat bahagia. Dan juga tidak tahu kenapa selalu merasa ingin tersenyum. Dan tanpa disadari, aku menikmati semuanya. Semuanya… yaaa… termasuk masalah-masalah yang harus diselesaikan. Kenapa?

Apakah karena Tuhan memberikan obat penenang jiwa. Ataukan ia mengirimkan malaikat-malaikat tanpa sayap dalam hidupku?

Aku bahagia, dan rasanya bahagia itu sungguh menyenangkan.

Kelak, sadarkan aku, mungkin perasaan semacam ini tidak selalu ada. Tapi ingatkan aku, bahwa ini akan kembali saat ia sesaat pergi. Maka… terima kasih hidup :) Terima kasih benih-benih kehidupan, terima kasih keindahan…

Namaste, aku menyembah Tuhan yang ada dalam dirimu.

Solusi

Filed under: Uncategorized — cardeen at 5:28 pm on Monday, September 22, 2008

Menitikberatkan pada solusi. Hidup itu seperti rangkaian node-node bukan? Ada root, node dan ada edge. Aku berpikir mengenai solusi saat mengetikkan blog ini. Tidak sabar untuk segera memberi tanda silang pada salah satu node, yang artinya… ayo Tara lanjutkan perjalanan, lalu berada pada situasi baru… sampai pada akhirnya memberi tanda silang pada node yang lain. Polanya akan selalu seperti itu. Haaah… hidup yang sungguh unik. Tapi perlahan, sepertinya aku sudah boleh memberi tanda silang pada “menenangkan diri sendiri”. Selanjutnya… mungkin memformat ulang keadaan.

bahagia. Pada akhirnya, aku mengerti dan memahami apa yang dimaksud papa, mama, dan kakyang Suanda… tentang diam. Yaaa… ingin sekali berterima kasih pada kakyang, untuk sebuah inspirasi, bahwa diam pun sebuah solusi. Terima kasih Tuhan.

tenara kardinia

Filed under: Uncategorized — cardeen at 9:01 am on Wednesday, August 27, 2008

Duuuh, kenapa belakangan gw selalu takut. Padahal yang gw takutin itu sebenarnya karena… hmm… gw suka ambil resiko, dan mencoba-coba… hmm… seperti pemikiran, “biasanya kalo kepepet gw jadi bisa” bisa… bisa gila maksudnya… Tapi gak tahu, setiap harinya gw berusaha untuk berpikir : happy, happy, happy. Gw enjoy sama hidup gw… sampe pelan-pelan gw udah mulai mengendalikan pikiran gw dengan, “Tara kamu harus enjoy”. Terus pelan-pelan, gw udah mulai mengeluarkan energi ekstra dengan : “Suka gak suka ini ada dan kamu Tara harus enjoy”. Dan sekarang gw merasa, gw sudah mengeluarkan energi cukup banyak untuk mengendalikan pikiran gw untuk, “yang penting enjoy”. Artinya… bisa aja gw gak enjoy kalo gw gak terkendali. Seperti pengalaman PKL kemaren (okey, gwbisa memaafkan, tapi tidak melupakan, dan gw tipe orang yang kapokan dan belajar dari pengalaman)

Tapi apa yang gw rasain sekarang? Mulai mencari kegiatan penghibur yang ujung-ujungnya setelah gw lewati malah bikin gw cape dan nyesel, dan berpikir : “seandainya gw pake istirahat dan tidur”

Dan pas di angkot gw disuguhi pemandangan anak-anak jalanan yang masih bisa senyum… hmmm… Gw harus enjoy… tapi… duh, gak tahu. Apa jangan-jangan sekarang gw lagi ada pada titik saturasi. Yaaah, jangan dong, masih terlalu dini.

“Ma, aku mau berhenti aja… satu…”

“Duuuh, kamu kebiasaan dech nurutin males, bla…bla…”

Yang bikin gw pundung dan dihibur dengan kata-kata manis kompensasi celekitan nyokap gw, “Kamu itu kalo mau pasti bisa…”

Well, kenyataannya adalah gw itu orang biasa aja, yang dioverestimate dan diunderestimate pada saat yang bersamaan. Hehe, kayanya gw udah terbiasa dech sama penilaian semacam itu. Dan kenyataanya semalas-malasnya gw, gw merasa… yaaah, MERASA… tapi bener kok kayanya setelah digenerate perasaan gw bener kok, gw punya rutinitas yang relatif lebih padat dari anak-anak seusia gw.

Tapi nyokap gw udah kadung matok ke anaknya yang pemberontak, cuek bebek, pemalas, dan kutu locat ini, bahwa kalo gak ada kegiatan gw akan menghabiskan waktu dengan tidur… tidur… dan tidur… (sebenernya baca juga sieh… tapi yaaah, sambil tidur)

Dan waktu nulis ini, gw dibanting (baca : BUATING) sama ade cewe gw yang kerjaannya belajar… belajar… belajar (sebenernya dia lagi doyan fs juga sieh, cuma itu tidak cukup mengkontaminasi dirinya sebagai sesosok angle…)

Kenapa oh kenapa?

Setelah gw scroll ke atas, hihihi… tulisan gw gak jelas… yaaa… namanya juga curhat. Dan ups… bener kan, gw berpikir buat refreshing, sekarang gw nyesel : kenapa gak gw pake buat tidur aja…

Dan faktanya adalah : gw punya waktu 24 jam, dan orang lain juga begitu. Gw merasa cape dan gw yakin orang lain juga begitu. Tapi kita punya output yang berbeda, dan kenyataannya ada orang lain yang bisa hidup happy dan melewati hari-hari yang sangat menyenangkan dengan rutinitas yang jauh lebih padat daripada gw. Juga masalah yang hmm… dari sudut pandang gw jauh lebih pelik

Baiklah… berarti : bener kata mama… orang lain bisa happy dan tidur nyenyak, berarti gw juga bisa. orang lain bisa ngeberesin masalahnya, semoga gw juga bisa. Dan gw harus bersyukur diberi kesempatan menikmati begitu banyak hal-hal yang mungkin, diharapkan untuk dimiliki dan dirasakan oleh orang lain. Dan gw juga harus bersyukur karena ternyata gw orang bego yang dirasa pantas oleh Tuhan untuk menikmati semua hal yang membuat gw berpikir : “Tara… siapa sieh elu?”

Dan lagi-lagi, saatnya mengendalikan diri gw, dan menjadi pribadi tara yang lain (yaaa… kadang gw merasa bercakap-cakap sama pribadi gw yang lain) Ayo keluarkan energi lebih untuk mengendalikan semuanya dan … ayo happy tara!

Mari tidur nyenyak…

2 jam untuk pusing! hanya 2 jam untuk pusing dan beremosi-emosi ria! setelah itu? solusi

dodol, 2 jam itu kebanyakan kali…

bertemu kembali

Filed under: Uncategorized — cardeen at 5:40 pm on Friday, July 18, 2008

hmm…
pribadi yang sederhana, pembawaan yang menyenangkan, kehadiran yang selalu… menentramkan hati dan pikiran…

hmm…
indah di mata, indah dirasa

hmm…
pintar, tapi
tidak membuatku terlihat dan merasa bodoh :)

hmm…
bertemu kembali, di dunia maya

kepepet

Filed under: Uncategorized — cardeen at 11:33 pm on Wednesday, July 16, 2008

Baiklah saudara-saudara, gw lagi pingin cerita tentang PKL. Tapi gw males cerita gw ngapain di tempat PKL. Karena gw ndiri juga masih bingung mana yang gw pilih.

Cuma, kemarin… hoho… setelah sekian lama gw unistal YM dengan alasan gw suka kagetan sama window2 yang suka nongol kalo ada orang yang ngajak chat (kalo lewat login yahoo kan enak, rapi…) dan karena gw kemarin bingung + bete… trus gw chatting.

Emm… hehe, iyah, gw emang suka cerita sama siapapuuun… bahkan kadang sama orang yang gw gak kenal (tapi gw gak pernah add orang yang gak gw kenal). Dengan alasan… hmm… yah kalo cerita sama orang yang gw kenal ntar pendapatnya subjektif, trus… emm… hehe, kadang gw suka ngomong seenaknya, lepaaaas… habis itu ya… derita orang yang ngajak gw add itu (gak kenal ini) hihi…

Kemarin gw belagak alokasiin waktu 2 jam buat bete… habis itu? habis itu mikir lagi, tapi gak dapet, trus tidur dech di bis… hihi

Huhu, gw dibilang sombong dan gak jujur. Trus sok juga. (masih ad yang laen, tapi gw filter aja ah…) Emm… setelah dipikir-pikir… Ternyata bener juga, kesombongan, ketidakjujuran, termasuk ’sok’ blabla… sepertinya itu memang ada dalam diri gw. Tapi pas dibilang gw gokil. Enggak ahh… gw gak gokil, gw, emm… UNIK. Ya iyalah, semua orang kan terlahir unik.

Dan berikutnya adalah tentang Elen, yang pada suatu hari bilang, "Tara itu… tara itu baru bergerak pas udah kepepet"

Huhuhu… emm, sekarang gw kepepet. Kalo gw bergerak sekarang, emm…  bisa gak yaah…? Huuu… lengkap sudah. Kalo gw bergerak pas kepepet seperti sekarang ini, bisa gak yaa? Kemarin-kemarin bisa, tapi sekarang?!

Wuaduhhh…

sambil makan sate ayam, nyam!

Filed under: Uncategorized — cardeen at 9:42 am on Saturday, June 14, 2008

Dengan bangga nyokap gw pamer ke bokap. Dan gw ikutan bangga… hoho, karena bokap gw nggak percaya kalo kita kuat angkat tueh rak (walaupun habis itu nyokap gw tepar). Instruktur di kampus juga nggak percaya. Kami bisa angkat dan pindahin itu, "Kamu nggak semaput, ra?". Hoho… walaupun pas pulang kampus gw ngedapetin nyokap gw terkapar di tempat tidur, "yu, badan mama kayanya kaget dech…" Ya iyalah… Hihi… wonder woman juga tahu umur.

Duuh, hari ini gw lumayan seneng niy. Bisul gw udah pecah, hehehe… final exam udah lewat… dan hasilnya gak terlalu mengecewakan (tapi to… kita tetep beda kualitas kok!) Biarin, yang penting happy! Selamat datang CCNA2 -selamat datang PKL dan tugas akhir- hux…

Tapi sekarang udah pusing lagi… huhu… nganalisis web IMK. Sementara besok ada laporan keuangan sekolah agama yang harus dipersiapkan, dan karena hari ini gw udah bolos nari, besok gak boleh bolos. Dan gw belum nyicil buat UAS. Huaa… Emm… tapi gapapa dech, yang penting… Happy!

-orang belagu juga berhak happy, hihihi-

bener kata u ger, daripada dibawa mewek sorangan tara puguh, mending dibawa lucu. Ternyata jadi belagu konyol juga yaa… Ayo ger, besok kita adu belagu lagi yaw… hehe… tapi habis ujian aja yah… u mudik dulu ke bandung ngurusin besi cor sama pemodelan, kwek kwek kwek… Gerry, thanx yaa :) lalalalalala… phew!

tespen itu bukan obeng

Filed under: Uncategorized — cardeen at 5:57 pm on Friday, June 13, 2008

Pagi ini, gw makin takjub sama nyokap gw. Jadi di rumah ada lemari buat peralatan bokap gw, yang setelah gede gw baru ngeh, kalo itu lemari tempat biasa nyimpen intermediary device (halah…) Rumah gw itu lagi berantakan (maksudnya dari sudah berantakan jadi semakin berantakan), beberapa barang di atas pindah ke bawah. Nyokap lagi gerah sama kebiasaan bokap gw (kami) yang suka naruh barang tergeletak di mana-mana. Mulai dari yang kecil seukuran baut, panjang seperti beberapa jenis kabel yang sekarang gw baru ngeh kayanya di kelas cisco yang gak pernah gw liat di rumah kabel fiber doang, tipis besar seperti triplek yang biasanya dipake bokap berkarya (tapi kadang berhenti di tengah saat dia mulai bosan, kemudian meletakkannya seenaknya), terakhir gw maenin tadi adalah seperangkat bor (yang gw baru ngeh, ternyata berat juga, dan kayanya lebih keren bor daripada pistol buat ngegaya), mulai dari yang cair sampe yang padat, dan masih banyak lagi benda-benda yang gw nggak tahu namanya tapi gw nggak asing sama cara pemakaiannya (atau setidaknya bagaimana orang memegangnya), termasuk yang gede seperti kali ini adalah lemari(atau lebih tepat gw bilang rak server) yang diturunin sama tukang dan dipindahin sama tim ibu dan anak ini. Dan pagi ini, sambil ngelirik barang-barang alias maenan bokap gw di waktu senggangnya, gw mengenang masa kecil gw… Nggak heran waktu kecil gw lebih memilih menjatuhkan boneka yang khusus dipesan nyokap gw dari Bali ke selokan depan rumah gw (kalu foto-foto kecil gw banyak sama boneka, itu semua adalah palsu, hihi… dampak dari ambisi nyokap gw), dan mengisi hari-hari di kamar kosong dengan kayu bekas yang bokap gw kasi daripada gw ngerusakin tripleks baru dengan pasangan palu dan paku. Gw lebih memilih pasangan hitem-merah voltmeter yang kalo jarumnya dideketin bisa bikin jarum pada layar bergerak, bagian tengahnya bisa diputer-puter buat ngubah tegangan, daripada perangkat permainan dokter-dokteran yang tergantung di leher gw. Tespen yang bikin nyokap gw menjerit waktu gw kecil, karena… teman-teman, kalo kalian masukin ujung obeng ke dalam stop kontak bagian belakang pegangannya nyala, itu namanya tespen (bayangkan saat yang gw masukkan adalah obeng belimbing ke dalam stop kontak). Dan lebih milih solder yang setelah ditekan dan dipencet ada bunyi, ”pletok”, buat gantiin suntik-suntikan yang cuma ngeluarin aer pas dipencet. Nyokap gw yang malang, saat dia berharap bisa menemukan bakat terpendam gw dalam memasak waktu kecil, eh dia malah trauma sama jari telunjuk gw yang luka pas ngiris buncis waktu kecil (yang ngebekas sampe sekarang) dan membiarkan gw kembali ke paku dan obeng. Pagi ini, gw bener-bener takjub sama ide nyokap gw yang ibu rumah tangga satu ini buat angkat rak yang bikin gw bilang, ”ma… awas ma… stop-stop dulu mah…”. Dan faktanya adalah, kami tetap bisa menjadi tim yang bolehlah… tanpa memasak  Tapi lumayan… setidaknya nanti siang gw bisa pamer di kelas cisco, ”Tadi pagi aku habis angkat rak server lho…”  pantes dipamerin nggak sie, halah… halah…

« Previous PageNext Page »