Bersyukur menjadi tara
Alasan gw bersyukur menjadi gw
Sebetulnya ada sangat banyak. Tapi untuk saat ini, gw ingin mengingatkan diri gw terhadap satu hal. Mungkin gw gak tahu, apakah gw bisa, atau akan bertumbuh seperti gadis-gadis ideal pada umumnya, seperti terlihat anggun, tampak intelek, tingkah polah elegan, lemah lembut, atau… pandai menyenangkan hati orang lain. Karena gw tidak pernah merencanakan seperti apa dan ke mana gw akan membawa pertumbuhan itu. Itu adalah tugas orang tua gw sepertinya. Semuanya berjalan alami dengan mengikuti apa yang ada dalam keluarga gw selama ini, mengikuti saran dan kritik, ditempa dengan tegur dan ketus yang tidak jarang membuat gw terhenyak, adat istiadat, religi, dan seperti halnya betapa karakter menjadi bagian dari kombinasi di dalamnya.
Namun saat-saat seperti ini… gw ingin mengingatkan diri gw, kenapa gw harus bersyukur menjadi gw. Itu karena:
-gw bisa tetap tertawa
-gw bisa menyelesaikannya
-gw bisa tetap menggoda orang lain
-tetap juga bisa berjingkrak-jingkrak kegirangan
-dan gw tetap bisa berlalalalalalalalalalalalala ria…
-gw anak nakal yang bertanggung jawab
Tidak penting lagi, karena gw memiliki kemampuan untuk menyemangati diri gw sendiri, dan memanjakan diri gw sendiri. Tidak tahu apakah itu sisi positif, karena tentu saja itu sangatlah subjektif. Tapi yang pasti… gw bersyukur memiliki sikap itu. Karena gw yakin… tidak semua orang bisa melakukan itu. Bahkan saat mereka ingin pun… tidak semua orang bisa melakukan dan memberi reaksi seperti apa yang gw lakukan. Itulah alasan kenapa gw bersyukur menjadi diri gw sendiri. Dan tidak ingin menukarkannya dengan apapun dan untuk siapapun. Gw bersyukur… itulah sebabnya, gw tidak akan mengorbankan apapun. Karena gw bersyukur…