Maya

Filed under: Uncategorized — cardeen at 5:51 pm on Friday, November 7, 2008

Ditatapnya lautan dalam ambang keterbatasan. Ingin menyeberang menuju daratan yang tak terjamah oleh waktu dan aroma masa kini. Tercium olehnya aroma dupa khas puri, teringat akan hal yang bukan sekedar fatamorgana. Lalu bagaimana dengan Om Kara lambang keagungan Sang Keberadaan pencipta semesta? Dialihkan dengan tengadah menatap langit nyaris tak terbatas. Yaaa… terpantulkan oleh laut tenang bertegangan semakin ke dalam. Menusuk hati dan karena bukan amphibi. Saat sinarnya ternyata menjadikannya merasa begitu kecil, lagi… Ia balikkan haluan wajah menuju undakan kecil di dekat gerbang kesederhanaan. Melawan arus angin, hingga helaian-helaian rambut bergulir, bermain dalam angin, menghempas wajah. Maka dipilih olehnya sekuntum Padma dalam tempayan tanah liat. Hanya melihatnya, sejenak, kemudian meninggalkannya, menjadikannya teman imajiner, dan membiarkannya hidup dan terus bertumbuh, dalam maya… Menyatu dengan Puri, Laut, dan Angin, dalam rengkuh Om Kara.



No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>