Solusi

Filed under: Uncategorized — cardeen at 5:28 pm on Monday, September 22, 2008

Menitikberatkan pada solusi. Hidup itu seperti rangkaian node-node bukan? Ada root, node dan ada edge. Aku berpikir mengenai solusi saat mengetikkan blog ini. Tidak sabar untuk segera memberi tanda silang pada salah satu node, yang artinya… ayo Tara lanjutkan perjalanan, lalu berada pada situasi baru… sampai pada akhirnya memberi tanda silang pada node yang lain. Polanya akan selalu seperti itu. Haaah… hidup yang sungguh unik. Tapi perlahan, sepertinya aku sudah boleh memberi tanda silang pada “menenangkan diri sendiri”. Selanjutnya… mungkin memformat ulang keadaan.

bahagia. Pada akhirnya, aku mengerti dan memahami apa yang dimaksud papa, mama, dan kakyang Suanda… tentang diam. Yaaa… ingin sekali berterima kasih pada kakyang, untuk sebuah inspirasi, bahwa diam pun sebuah solusi. Terima kasih Tuhan.



3 Comments »

34

   shadiq

October 1, 2008 @ 5:47 pm

hahahaha
menjadikan diri sendiri sebagai algoritma pembelajaran rekursif bertahap.

lupa tuh nambahin proses testingnya, trus ngukur galat.

hahahaha, tulisan yang lucu, dan inspiratif. hahahaha

35

   cardeen

October 2, 2008 @ 5:33 pm

algoritma pembelajaran rekursif bertahap? :)

36

   shadiq

October 3, 2008 @ 11:59 am

kecuali lu pake teori graph murni yang pengetahuannya di tentukan oleh orang lain.

teori pembelajaran rekursif seperti neural networks, naive bayesian, decision tree dll. dimana lu cuman di kasih data, trus menarik pengetahuan sendiri dari kesimpulan-kesimpulan dari data yang ada, lalu, terus belajar dari kesalahan dan kebenaran pengetahuan/keputusan yang di ambil.

hahahah, gw ga begitu pintar mendeskripsikan.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>