Lupakan…sesaat
Kau bagai intermezo…Begitu singkat,
Kasihnya juga sakitnya. Namun, inilah proses bukan? Inilah hidup yang nyata. Dan sesaat membuatku seolah tersadar dari mimpi, yang ternyata nyata dan singkat dan pertama dan mendalam.
Kini hendak melangkah, menatap masa depan
Namun, salahkah merasa kehilangan?
Karena pernah menjadi bagian dari mimpi?
Karena sempat belajar melukismu di hatiku?
Kini, ayo melangkah…
Merangkai keindahan
Melukis di kanvas hati
Walau di jalan yang berbeda
Yakinlah, setiap masa memiliki saat walau mungkin hanya sesaat
Yang walau hanya sesaat, namun karma menjembatani
Lupakan, namun bukan untuk membuangnya
Hingga… saat aku, kamu, semua… Semua siap!
Kita bisa mengenang kembali semua ini dengan senyum.
Dukanya menjadi hikmah…
Sukanya menjadi indah…
Saat kita sudah menemukan kebahagiaan…
Aku pastikan…
Kita bisa mengenang semua ini dengan senyum
Dan ’sesaat’ adalah pangkalnya…