Namaste …

Filed under: Uncategorized — cardeen at 5:16 am on Saturday, December 30, 2006

"Kamu percaya sama "…"? "
"Iya aku percaya…"
"Kamu yakin kan Dia memberikan kebebasan untuk mencapai surga?"
"Iya, aku percaya… percaya ku sama keajaiban Yesus, sama seperti percayanya aku sama keajaiban munculnya tulisan Allah pada gelombang tsunami. Sama seperti aku percaya dengan keajaiban Krisna, Sai Baba dan mujizat-mujizat keTuhanan lainnya"
"Terus gimana kamu ngeliat nilai-nilai benar - salahnya, dan gimana kamu memilih?"

-Aku memilih apa yang sudah dipilihkan Tuhan ke aku, melalui orang tuaku, dan dengan kecerdasan yang Tuhan kasi, aku menemukan dan meyakini bahwa yang Tuhan pilih adalah yang terbaik untuk aku- Kamu juga begitu kan? Dan aku tidak mempermasalahkannya :)

Percakapan yang sangat menyentil, tapi … menarik :)

Kebenaran? Kebenaran menurut siapa?
Manusia…manusia…yang masih sering terjebak dan berkutat dengan tipisnya perbedaan antara cerdas dan licik, baik dan polos.

Kebenaran itu bukan cuma cuma satu, terbaik itu harus dilanjutkan dengan kata ‘untuk’… so terbaik untuk mu, aku, kalian, mereka. Ini terbaik untukku, itu terbaik untukmu, dan baikmu tidak salah begitu juga dengan baikku.
Justru yang paling sering menyentil adalah, bukan perkara meyakini sesuatu itu benar, tapi keberanian seseorang untuk menyatakan yang lain salah. Keberanian , atau keangkuhan manusia? Mengadili dan menjamin hanya satu yang menuju surga. Pernahkah bicara dengan Tuhan, hingga berani mengatakan hanya satu dan yang lain salah? Tuhan aja gak bilang salah… dan kita sama-sama merasa berdoa ke Tuhan.

Entahlah… kadang aku berpikir, Tuhan menciptakan banyak kebenaran. Banyak… dan semuanya benar. Tuhan yang Maha Cerdas sudah memilih mana yang terbaik untuk manusia, karena manusia itu banyak jenisnya… maka Tuhan juga menciptakan banyak jenis kebenaran. Seadainya manusia mau peduli, menekan ego, dan bertoleransi, maka seharusnya kita dapat berbagi kebenaran. Semakin sering kita berbagi dan mau membuka pikiran, semakin banyak kita mengoleksi kebenaran. Dan kedamaian pun kita dapatkan.

Kalau dia bilang Tuhan itu sangat baik, apakah salah kalau kamu bilang Tuhan itu hebat? :) Menurutku, Tuhan itu baik juga hebat.

Namaste–Aku menyembah Tuhan yang ada dalam dirimu :)

Jallaludin Rumi-the Beyond

Filed under: Uncategorized — cardeen at 10:48 pm on Wednesday, December 13, 2006

This being human is a guest house.
Every morning a new arrival

A joy, a depression, a meanness…
Some momentary awareness comes
As an unexpected visitors

Be gratefull for who eve comes
Because…
Each has been sent,
As a guide…from beyond

Lupakan…sesaat

Filed under: Uncategorized — cardeen at 10:24 pm on Wednesday, December 13, 2006

Kau bagai intermezo…Begitu singkat,
Kasihnya juga sakitnya. Namun, inilah proses bukan? Inilah hidup yang nyata. Dan sesaat membuatku seolah tersadar dari mimpi, yang ternyata nyata dan singkat dan pertama dan mendalam.

Kini hendak melangkah, menatap masa depan
Namun, salahkah merasa kehilangan?
Karena pernah menjadi bagian dari mimpi?
Karena sempat belajar melukismu di hatiku?

Kini, ayo melangkah…
Merangkai keindahan
Melukis di kanvas hati

Walau di jalan yang berbeda

Yakinlah, setiap masa memiliki saat walau mungkin hanya sesaat
Yang walau hanya sesaat, namun karma menjembatani

Lupakan, namun bukan untuk membuangnya
Hingga… saat aku, kamu, semua… Semua siap!
Kita bisa mengenang kembali semua ini dengan senyum.

Dukanya menjadi hikmah…
Sukanya menjadi indah…

Saat kita sudah menemukan kebahagiaan…
Aku pastikan…
Kita bisa mengenang semua ini dengan senyum :)
Dan ’sesaat’ adalah pangkalnya…

Hilang dan Senyap

Filed under: Uncategorized — cardeen at 6:56 pm on Saturday, December 9, 2006

Bara bakar, bakar bara
Beri hangat dalam penantian
Aku terpanggil, lalu menanti

Demi Aphrodite ada rasa terpendam
Anggap ini Mahabharata
Sri Krisna, mohon petunjuk

Masih terpanggil untuk menanti

Demi Eross ada rasa terpendam
Ada permainan dalam maya dan ilusi
Keraguan entah berujung kepastian
Dirasa nyata, … entah
Aku percaya karma kendali

Sungguh dalam keterbatasan terasa sulit menyulit
Menunggu wahyu tuk inspirasi
Menangkap makna selaksa peristiwa

Dan kala bara menjadi arang yang terbuang

Sungguh coba tegar terasa pahit memahit
Menunggu pencerahan harap kendali nasib

"Hambar tak berasa
Bisu tak berkata
Musnah tak terlihat
Jauh tak dekat
Kini senyap tak berucap
Sepi tak ramai
Hancur tak berbentuk
Hilang dan senyap"

Bunga Krisan dalam Kaleng Capilanos

Filed under: Uncategorized — cardeen at 12:02 am on Saturday, December 9, 2006

Seikat Bunga krisan dalam kaleng Capilanos, kuletakkan di pojok rak. Antara sekat dan sekat. Terangkai cantik. ‘Kuanggap’ putih lambang suci, merah untuk cinta, dan Capilanos favoritku… emm, manis!!
Biar kututup dengan indah menurut versiku…

Kuletakkan lilin doa merah di hadapannya, tulisan Cina mengingatkanku akan ‘Liong’.
Semoga hidupmu semanis Capilanos dan seindah rangkaian bunga krisan.

Kuletakkan serangkai krisan di pojok rak dalam kaleng Capilanos, tanpa peduli kepastian sebuah kebenaran. Yang kutau bunga selalu cantik dan indah. Dan saat kulirik liontin yin-yang di sisi lambang harmoni dalam perbedaan.
Biar kututup dengan indah menurut versiku…

Pahami aku dalam keterbatasan, agar kau mudah maafkan segala tindakku. Terima kasih untuk menjadi yang pertama dan atas karma yang menjembatani, jadikan kau guru dalam hidupku.

-Maka biarkan kuajak kau untuk menutup ini semua dengan indah…-

An ordinary

Filed under: Uncategorized — cardeen at 7:17 am on Friday, December 8, 2006

Hujan itu… spontan n gak jarang seolah alam menelanjangi kita. Kadang
hujan membuat kita menjadi begitu apa adanya, dikondisikan oleh alam. Hujan itu dingin, adem… (maksudnya dalam batas normal) G suka.

Sebetulnya, apaCekleksahh009 yang di
inginkan? Sempat terbersit dalam benak…
Sekarang hujan.
Entahlah, terlepas dari banjir dan kawan2nya, termasuk bocor. Haha… sekarang lagi agak melankolis niy…
Dari dulu g paling suka hujan. Dari kecil, SD, SMP… sampai sekarang, g sangat menikmati hujan. Mungkin, karena lokasi yang g lewati or yang g liat, adalah yang keliatan bagus, semakin catik pas diguyur hujan. Airnya jernih, nyeret ranting2 kecil. Berada di antara pohon2 besar sepanjang jalan Ir. H Juanda. Liat daun2 yang berguguran. Dari dulu g paling suka hujan. Sering kali, even g bawa payung or jas hujan pun, g bakal biarin diri g basah diguyur hujan.

Pingin dech ngerasain suasana hujan di luar negeri… kaya emmm…. Jepang misalnya. Ya…ampun kalo g nonton film2, hujan yang nimpa kota2 cantik itu, kaya kota2 di Eropa…. G pingin banget ngerasain itu semua….
Om Astungkara :)

Hujan itu sumber inspirasi, buat g…
N kalo lagi suasana hati panas, kena dinginnya hawa hujan ( pastikan lu pake baju hangat ) itu enak banget…

Dulu dan sampai sekarang, g selalu menjadikan hujan sebagai lambang pembersihan. Sambil nunggu angkot, or berkutat di tengah kecetan… g suka perhatiin mereka yang diguyur hujan. Ada yang sok higienis, ada yang pasang wajah melankolis, ada yang jutek… n gak jarang itu di luar kebiasaan mereka. Make up luntur, ada yang keliatan alami, polos, dan semakin cantik… tapi, gak jarang, ada yang kehilangan topeng….. yach… ternyata lusuh dan … hanya sekedar make up. Ada yang respek, tolong orang yang kehujanan, ada yang egois… menelantarkan anak kecil, yang penting g kering. Hujan itu… spontan n gak jarang seolah alam menelanjangi kita. Kadang hujan membuat kita menjadi begitu apa adanya, dituntut oleh alam.

Ada yang dengan mesra memayungi pasangannya, ada yang hanya memayungi dan membiarkan dirinya kebasahan (itu konyol banget-antara bodoh dan tegaan-), ada yang satu payung berdua, hehe… bahkan ada yang nutupin kepala pasangannya pake tas atau jaketnya … whuu… so sweet…

G jadi inget, dulu pas SMA g nunggu temen g, hujan derassss banget di trotoar. Dia bawa mobil, n berhubung dia ngangkut temen2 g dulu, g harus nunggu karena g juga gak tau masuk ke dalem gimana caranya, n pake mobil (seharusnya), hehehe… sistem, tapi g yakin temen g itu baek banget…huhuhuhu peace mar. Setelah menunggu, datang juga dirinya. Tapi, apa yang terjadi?  Amar datang bak super hero pake motor (entah kenapa dan untuk apa???). Akhirnya, sama aja g basah kuyup (n dia juga), untung g pake celana pendek. Terus… g ngotot buat tetep pake payung. Sambil membawa motor, agak cepat, berusaha menghindari jalan becek, dan hujan angin tetep deras, rupanya payung g yang konyol itu, ketiup angin kemana2…. n rupanya ngalangin amar. Padahal niat g baek, biar gak kehujanan (walaupun keliatan konyol) N amar juga gak complain (kenapa kau begitu mengasihaniku?). Eh, ternyata itu malah buat dia gak bisa liat jalan…n masuklah motor ke kubangan yang dalam…. Ugh…. nyiprat dech… (sekali lagi, untung g pake celana pendek) tapi, amar pake celana SMA, n akhirnya pulang dari acara, dia harus mengendarai mobilnya hanya dengan kaus putih tipis (itu sie lebih mirip kaus kutangnya co), selana jins pendek biru belel, plus jaket biru… plus handuk good morning… n itu buat lu lebih keliatan supir ketimbang pemilik mobil, hehehe (sori yooo mar ^^v–>kalo u baca niy blog)  Trus, jalan ke sentul, nyanyi bareng lagu yang gak jelas, tunjuk bintang ma anak2, foto2…, ngintipin orang mojok, n nongkrong di pecel ayam, —lha jadi ngelantur????! G kangen banget masa SMA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!—

Dari dulu g suka banget hujan… eitsss…. n g selalu membuat diri g ndiri ‘aman’ selama menikmati hujan…

Ada beberapa temen g yang julukin g ‘peri hujan’, or ‘gara2 ada yang suka hujan’ niy…
coz, setiap mereka maen ke rumah g, , plang selalu medapati jalan dalam keadaan basah. Gak selalu sie… tapi lebih sering… Kadang mereka kesel karena baru habis nyuci mobil or motor. Or ada juga yang, "yailah…becek", n akan jauh lebih sulit menghadapi dogy g saat hujan ketimbang enggak. Coz, waktu dia nyapa,,n elu mencoba untuk lari, pluk,,yach…baju lu kotor dech ma kaki dogy g…

Tapi, gara2 hujan, g kehilangan payung kesayangan g, yang warna biru dongker, cerah/terang polos kalo panas, dan kalo kena hujan muncul motif bungan sakuranya…ketinggalan di angkot, yach… keluar duit lagi dech…. padahal g suka banget payung itu… cos selain lipet kecil, kalo dibuka ukurannya relatif lebih besar dari payung biasanya :)

Sebetulnya apa ya… yang buat g ngetik blog ini???
G juga gak tau niy………….masalahnya di luar hujan, n cyber kok tumben sepi. Tadinya g mau ngerjain algor….. lha… yang biasanya g tanyain gak ada, huh…giliran mau rajin… -emm… n mas2 operator itu… g gak tau niy dia ikut baca ketikan g apa gak, kok hobby banget nyadap komputer g?- (lha, kok dia senyum?)-
Sore ini g ketemu sama 2 orang yang g suka… satu g sayang, satu lagi awalnya g kira g sayang… ternyata… g hanya kagumi…(n kalo pun g tetep menaruh harapan g bertepuk sebelah tangan)

MEreka begitu mirip. Bedanya satu di jakarta besar bogor, satu di bogor besar bali.
Emm…. sama2 bergolongan darah O, sama2 vegetarian, sama diet, hehehe, sabar, tinggi, suka spiritual, pinter, bahan mereka sepantaran, baik sama g… Sama2 buat g GR, hoho…sama2 gak begitu suka hujan pas g bilang g suka hujan! -mas kok senyum2? privacy niy…- (gak taunya dia bukan nyadap g, tapi buka situs bokep)

G suka hujan!
Oke dech, balik dulu dech…
Algor?
Dev C++?
Rapat?
Sudah lupa tueh…… ^^v

Yang g tau…g lupa agkat jemuran, n itu artinya nyampe kosan g harus rendem cucian dulu sebelum mandi. hux