Complicated
Hmmm…
Mereka selalu bilang, ‘complicated’.
Kenapa …masalahnya, menurut g, bukankah hidup itu memang complicated?
Setiap saat kita diajukan dalam pilihan. Dimana setiap pilihan yang ada akan membawa manusia untuk terlibat dalam suatu peristiwa. Dan peristiwa itu akan mengantarkan kita kembali pada suatu peristiwa. Begitu seterusnya…
Misalnya,
Kita terlahir seperti ini pun, itu gak luput dari pilihan bukan?
Kenapa leluhur kita harus saling memilih, membentuk ikatan, kemudian melahirkan orang tua kita. Kenapa orang tua kita juga melakukan hal yang sama, mereka saling memilih, hingga Tuhan, memilih mereka untuk menjadi orang tua kita. Mereka bawa kita dalam satu situasi. Kita terbentuk sebagai seseorang, yang memiliki suatu kepribadian, karakter, secara fisik. Yang dipengaruhi oleh rangkaian kombinasi peristiwa yang kita alami, kombinasi gen, dan entahlah lagi. Hmmm……
Begitu kompleks kan?
Bayangkan, berapa banyak peluang suatu peristiwa dalam kehiadupan manusia, dan berapa banyak kombinasi yang membentuk kehidupan? Suatu celah yang berbeda saja, … misalnya antara seseorang milih untuk merawat dirinya, dengan tidak. Atau antara terlahir sebagai orang cantik atau jelek. Atau sendiri, tidak cantik maupun jelek? Kita sendirian, tidak ada yang si pembanding. Itu baru secara fisik.
Bagaimana dengan peluang genitas yang menjadikan kita terlahir sebagai manusia cerdas berbakat, atau tidak sama sekali. Atau sebagai manusia malas atau rajin. Itu juga pasti akan mempengaruhi sesuatu yang kita pilih. Pilihan-pilihan itu, akhirnya merangkai kehidupan kita.
Hidup kompleks, apa Tuhan juga…emmm…Maha Kompleks?
Hmm…kadang-kadang, kaya sekarang niy… berpikir sederhana, dan menjadi tidak complicated itu bagaimana sebenarnya? Karena semuanya terlintas begitu saja dalam pikiran. Mmm…semoga masih banyak waktu, masih ada kesempatan untuk berbenah.