To Make the Portrait of a Bird
Pertama-tama lukislah sebuah sangkar dengan sebuah pintu yang terbuka. Kemudian lukislah sesuatu yang indah, sesuatu yang sederhana, sesuatu yang cantik, sesuatu yang bermanfaat untuk burung itu. Kemudian sandarkanlah kanvasnya di sebuah pohon, di suatu taman, di sebuah hutan belantara, sembunyikan di balik pohon, tanpa ada suara, tanpa ada gerakan…
Kadangkala burung itu datang tiba-tiba. Tetapi tidak mustahil kau harus menunggu bertahun-tahun. Sebelum dia memtuskan jangan putus semagat. Tunggulah, jika perlu tunggulah hingga bertahun-tahun. Cepat ata u lambatnya kedatangan burung itu, tidak ada hubungannya dengan keindahan lukisan tersebut.
Ketika burung itu datang, jika burung itu datang, amatilah keheningan yang ada disekelilingnya. Tunggulah sampai burung itu memasuki sangkar. Dan pada saat itulah, tutup pelan-pelan dengan satu goresan kuas. Hapuslah satu per satu penghalang yang ada. Lakukan dengan hati-hati agar bulu burung itu tidak ada yang tersentuh.
Kemudian lukislah sebuah pohon. Pilihlah cabang-cabang yang terbaik untuk burung itu. Juga lukislah dedaunan yang hijau juga kesejukkan tiupan angin, debu matahari. Suara-suara serangga di sela-sela rerumputan dalam panasnya cuaca musim panas. Lalu tunggulah hingga burung itu memtuskan untuk bernyanyi. Jika burung itu tidak bernyanyi itu pertanda buruk. Tetapi, jika ia bernyanyi itu adalah pertanda baik. Suatu pertanda bahwa kau boleh menorehkan tanda tangan. Kemudian cabutlah sehelai bulu burung itu dan tuliskan namamu di salah satu sudt lukisan.
~Jacques Prevert